Minggu, 18 September 2011

introduction...

rada gerah...tanda-tanda mau hujan atau karena saya belum mandi? yang jelas sudah hampir tengah hari. so, wajar kalau agak panas. almost everyday setelah suami sarapan dan berangkat kerja saya sendirian di rumah. cuma nonton tv,sekedar bermalas-malasan di tempat tidur, main game,  atau hal lain yang kurang berguna dan ngga penting . begitu terus sambil menunggu suami pulang. benar-benar bukan aktifitas yang menyehatkan, untuk badan apalagi buat jiwa dan pikiran. jelas sangat tidak disarankan untuk ditiru.

hari ini ada blogspot.com yang selama ini tidak pernah menarik perhatian saya,tiba-tiba menggiring saya untuk coba-coba duduk di depan layar monitor dan yah..akhirnya saya tergoda untuk menulis sesuatu...tapi tentang apa ya..?  menuangkan sedikit ganjalan dari hati mungkin akan cukup melegakan...atau bahkan menyenangkan.

tidak sampai setengah bulan lagi saya dan suami akan merayakan ulang tahun perkawinan kami yang pertama..here we go: our 1st aniversary !!! tapi belum ada tanda-tanda saya berbadan dua. sering kali ada teman yang bertanya, "udah isi belom..?" or "udah punya dede bayi belom..?" dan la..la..la..pertanyaan yang sama dengan susunan kata beda-beda tipis. sama halnya dengan mertuaku, terutama ibu mertua. "cepetan hamil, ibu kepingin cepet nambah cucu. mumpung masih ada umur..".
for your information, suamiku adalah anak bungsu dari lima bersaudara. semua kakaknya sudah menikah dan punya anak. total jenderal keponakannya ada sebelas. it means mertuaku sudah bisa menggiring cucu-cucunya bikin kesebelasan sepak bola. "tapi kan dari si bungsu ibu belom dapet cucu..." oh Lord.
can't you see, sometimes i feel like this is all my fault. would you please stop asking about it...

di sisi lain keluargaku tidak pernah mempersoalkan ini...let it flow...bahkan mereka sepertinya lebih senang jika aku dan suami bisa menikmati suasana "penganten baru" sedikit lebih lama. sekaligus sembari saling mengenal lebih jauh pribadi asli yang sesungguhnya, menyelami pikiran dan tabiat satu sama lain.

belum adanya anak dalam sebuah pernikahan yang berumur satu tahun, bahkan bertahun-tahun bukan berarti kami tidak sehat. bersabarlah sebentar lagi...saya pun bersabar, meski usia 29 tahun termasuk usia rentan karena setahu saya ini adalah peralihan ke fase kehamilan rawan pada wanita di negeri ini.
tunggu sedikit lagi... mungkin karunia itu belum dipercayakan Tuhan pada kami karena menurut penilaian-Nya kami belum siap.
maybe we're just not ready yet...

1 komentar:

  1. sabar dan berdoa serta berusaha semoga apa yang kita inginkan cepat di kabul, semuanya sudah diatur sama Allah dan mungkin ini adalah yang terbaik buat kita.

    BalasHapus