The next day.7.30 pagi aku mengunci pintu kamar kost, memakai helm, pamit pada ibu kost and jump on my Juju (motor matic kuning kesayanganku yang ku beli dengan sisa pesangon dari tempat ku bekerja dulu, a Radio Station in Bandung. Lets skip that part shall we? :p).
There he goes again dengan secangkir kopi hitamnya. Kali ini aku mencoba menjadi tetangga yang baik dengan menyapanya “Pagi.....” Damn!! Dia bahkan tidak membalas senyum manisku yang tulus ikhlas ini dan hanya seperti biasanya melirik dengan ujung mata sayunya.
ARTEMIS Advertising Agency, my beloved new office. Setelah aku ditendang dari radio itu, tidak butuh lama untukku mendapatkan pekerjaan baru. Walaupun hanya butuh 3 bulan berpredikat pengangguran, tetap saja sebutan Miss Unemployed mambuatku uring-uringan karena malu. Bayar kost sampai ngutang dulu.
Lucky me ada sahabatku Yola yang selalu bersedia ku “ganggu” di sela- sela kesibukannya.
Juju ku parkir dengn terburu-buru hingga aku menjatuhkan helm dari kaca spion motor sebelah. Oops!
Ya, aku tahu Dago adalah jalur yang cukup sibuk, seharusnya aku berangkat lebih pagi. Pintu lift terbuka tepat jam 8. Koridor lantai 4 sudah sangat sepi. Ini artinya semua orang sudah masuk ke ruangan kerja masing-masing.
“Pagi Najma...” Supervisor menyapaku dengan senyum multi fungsi (antara ramah dan menyindir).
“Pagi Pak Boy...” jawabku sambil sedikit berlari ke mejaku di ujung ruangan. It means i had to say hi to everyone first.
(FYI: datang terlambat adalah keahlianku yang paling menonjol, yaah at least mepeeeeet banget hehe...).
Sebuah pesan muncul di monitor ku “Tim 3 harap kumpul di ruang meeting! ASAP!”
Jay sudah presentasi selama 30 menit, Mamang OB datang membawakan 6 cangkir Cappuccino dan sekotak Pisang Bollen Kartikasari untuk seluruh tim.
“Ok, kita diskusi sambil ngopi...” Jay mempersilahkan kami menikmati “jatah” camilan meeting pagi ini. Klien kami kali ini adalah sebuah Bank swasta nasional yang ingin membuat semacan web internal untuk kebutuhan komunikasi, informasi dan koordinasi dengan seluruh karyawannya di semua cabang. And this is my 3rd project since I joined this company 2 and a half months ago.
“Naz..” (maksudnya Naj, tapi kedengerannya jadi Naz. Nggak apa-apa lah, sounds cool hahaha). “Elu urus content-nya ya. Koordinasi sama Pak Alex. Nanti gw kasih contact person-nya”.
Well... I got NO reason to say NO, though I know absolutely NOthing about banking. Big ZERO!
Jam 11.00, aku sudah siap menghubungi Pak Alex (Project Officer dari pihak klien) dengan belasan pointers yang harus aku tanyakan.
“Alex Pramudya, selamat siang...”
“Siang Pak Alex, saya Najma dari Artemis....” bla bla bla.
Tanpa terasa pembicaraan di telephon sudah hempir 20 menit. Alex meminta untuk diskusikan langsung sebagian besar materi di kantornya besok setelah makan siang.
Aku mendapat kesan dia itu orang yang menyenangkan, smart, not too old, and he got a sexy voice...
Tapi menurut pengalamanku bekerja di radio, suara bagus tidak selalu berbanding lurus dengan tampilan fisik si empunya suara (mostly ya..). So, lets not expect for anything now.

Saking banyaknya yang harus kukerjakan di kantor, waktu rasanya ikut berlari bersamaku. Cepat sekali! Time to go home guys. “Duluan ya semuanya...”
Wah masih setengah 5, klo pulang langsung ga asik ah.
“Whats up Neng?” suara Yola di telephon terdengar riang seperti biasanya.
“Lu balik jam brapa? Ngopi nyok...!”
“Ayo aja...Ini udah di parkiran koq. Lu masih di kantor?“
“Ho’oh, baru keluar sih. Ya udah ketemu di sana ya....”
10 menit kemudian aku sudah sampai di coffee shop favorite kami. Yola datang 5 menit kemudian. Inilah enaknya janjian dengan teman yang tempat kerjanya berdekatan. Gak perlu menunggu lama
.
Since the weather’s so hot, we both order Frozen Green Tea Latte. Ngobrol ngalor-ngidul soal pekerjaan dan tek-tek bengeknya. As always Yola punya cerita menarik seputar customer di perusahaan provider internet tempatnya bekerja saat ini, aku pun curhat seputar project tadi plus excitement karena besok harus meeting dengan Pak Alex. Tapi kenapa harus excited ya? Memangnya kenapa? Alex kan sama saja dengan klien-klien sebelumnya. Why do I have to act silly? What if he is not so handsome at all, what if he is an old man with 10 grand children, what if he is a freak?
Aku sudah siap berangkat jam 7 teng! Itu pun sudah termasuk memastikan semua file untuk meeting nanti lengkap di dalam tas ku. Aku memilih pakaian yang lebih rapi dari biasanya. And guess what... hari ini aku membawa beauty case (kecil sih) and Ck-be, parfum andalan semenjak SMA. “Am I Lebay? Hihihi...”
Pemandangan pagi ini berkurang satu. Kemana dia? Sedang tidak di rumah? Masih tertidur? Atau sudah bosan dengan ritual kopi hitamnya? Is he oke?
“Oh my God, what am I thinking? I’m not his mother!” tegur ku pada diri sendiri. Tetangga ku mau ngopi atau tidak ya suka-suka dia lah.
Di dalam lift hanya ada aku dan Pak Boy.
“Ga salah neh? Baru setengah 8 lho, Non...”
“Yeee, Bapak gimana sih? Dateng mepet salah, dateng kepagian ditumbenin...” .
“Besok-besok mustinya kayak gini dong...”
Aku cuma bisa nyengir... hihihi :D
My Yahoo! Messanger pops out.
Yola : udah mo setengah 12 Neng! Mendingan lu pegi skrg gih! Ntar Pak Alexnya nungguin lho...”
Wkwkwkwkwk!
Najma : iiih dodoooooL !
Yola : awas jgn malu2in! Manner! Manner!
Najma : iyaa ibu Peri!
12.30 aku sudah selesai makan siang, touch up, and ready to go!
“Silahkan tunggu di ruang meeting. Mari saya antar...”
10 menit berikutnya,
“Halo... Mbak Najma ya? Saya Alex. Waduh maaf rada telat. Ada yang harus dibereskan dulu sedikit..."
(No no no... dont be sorry.
For an angel like you, I would wait my whole life...)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar