Kamis, 07 Juni 2012

My Last Morning Coffee - part 4


And then he left without a word...
So, tonight i'll be dealing with trouble sleeping!

08.15
"Yaah... baru tahan 2 bulan jadi anak rajin, masa dah kambuh lagi. Ke salon dulu?" Sudah bisa dipastikan Pak Boy akan berkomentar begitu. "Iya maaf Pak... Kemaren abis nganter sodara dari kampung muter-muter Bandung!" jawabku sambil menatap Jay yang menyadari ucapanku tertuju padanya.

Sama sekali tidak ada yang menarik sampai akhirnya jam 2 siang, "Tim 3 mohon menyerahkan Monthly Report paling lambat jam 4 sore ini. Thanks! p.s: dalam bentuk Hard Copy."
(Aaaargh... Jay kampret! Kenapa ga dari pagi sih?!)
"Eh Vic, lu dah bikin monthly report belom? Koq ngedadak gini sih? Biasanya kan tanggal 5." tanyaku pada Vicky, rekan satu tim ku.
"Emang lu baru dikabarin hari ini? Yang laen dah dapet infonya dari hari Jum'at koq."
(What???)
Aku ketar-ketir mencari file-file 1 bulan terakhir. Pokoknya aku tidak mau terpaksa lembur dan terjebak dengan suasana canggung bersama Jay! It has to be done right away!

YM pops out:
Yola : "Neng, bonus gw dah cair nech! Lets go shopping today..... lu masih mau wedges yang waktu itu kan? "
Yola pernah menjanjikan akan membelikan ku wedges jika bonusnya sudah cair. Aduuuh aku tidak tega. Mengingat apa yang terjadi kemarin aku merasa bersalah. Tidak seharusnya aku jalan dengan Jay berdua saja. Yola sangat menyukainya....
Najma : "Asiiiiiiiik! Mau dong ceu...Tp kyaknya gw agak telat neh. Masih bikin laporan... 1/2 5an br beres kayaknya"
What can I say?

Aku masuk ke ruangan Jay dan tidak mempermasalahkan soal info laporan yang mendadak.
"Hi...udah beres? Sorry gw lupa kasih tau, jadi ngedadak."
"Ga apa2, santay aja. Si Yola ngajakin jalan. Ikut ga?" sebisa mungkin aku bersikap normal.
"Iya barusan dia BBM gw juga. Kyaknya gw skip dulu. Lembur..."
"Ok, gw dluan ya..."
"Mmm...soal semalem, gw minta maaf. I got kinda carried away... So, I'm really sorry."
"I think we should forget it, Jay. Act like nothing happened. I don't wanna hurt her... She likes you alot."
"I know... Thanks"

Yola juga membeli wedges yang sama, beda warnanya saja. It's a Girls Day Out again. Seperti dulu lagi, sebelum Jay dan Alex bergabung. Yola benar-benar royal, jadi penasaran juga.
"Gila! Lu dah tabur duit di mana-mana. Emang berapa sih bonusnya?"
"Ada dech.... Pokoknya lu ngikut aja, duduk manis, order, trus makan. Gampang kan!"

(I'm so sorry, Sissy. I'm hiding something behind your back...)

Too many awkward moments within a day.
Aku mandi lalu rebahan dan teringat dengan kantung plastik berisi DVD. Harus dikembalikan kah? Ah nanti saja setelah aku selesai menonton semuanya hahaha! Johnny Depp's Dark Shadows, my first choice.
Tapi baru 10 menit aku sudah tidak ingat apa pun.

I'm feeling much better this morning.
Mmmmm wangi kopi itu. Hey.. He's home!
"Pagi..." Hohoho dia menyapaku. I guess, he is a happier person after getting divorce.
"Pagi juga...You're back! How are you?" sambutku ramah.
"I'm great, thanks. Wanna join coffee?"
"I'd love to, but I better get going. How 'bout later, after work. Can I stop by?"
"Sure, I'll see you then..."
Wow.... he's looking good today. Rambutnya rapi, jambangnya tidak lagi berantakan, ramah lagi. Percakapan yang cukup panjang. Biasanya kan menjawab sapa ku saja tidak. I want to make friends with this guy.

Jam 4 sore aku buru-buru pulang karena sudah janjian dengan Si Bule. Di perjalanan aku tiba-tiba ingin mampir ke sebuah toko kue.
A cute tiny rainbow cake would be nice for a welcome back gift....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar