Sabtu, 09 Juni 2012

My Last Morning Coffee - part 5

"Hi...!" dia menyambutku tanpa beranjak dari kursi rotannya. Sekarang selain ada secangkir kopi, sepertinya dia sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya. Kemajuannya pesat sekali...
"Is that cappuccino?" Apa selera kopinya pun ikut berubah?
"Yes. have a sit.... Let me get you some..."
Aku duduk, lalu dia masuk ke dalam rumah dan kembali dengan secangkir cappuccino untukku.
"Terence Gilardo by the way. Call me Terry."
"I'm Najma. I brought you this..." aku memberikan sekotak kecil Rainbow cake yang kubeli tadi.
"Oh..Thank you. You're very kind. Well, I used to drink Indonesian black coffee... but I wanna try something new..."

(I know... Pleasure to meet you,Terry)

Dari obrolan sekitar 1 jam itu banyak sekali yang aku tahu.
Ayahnya berdarah Latin dari Cartagena, sebuah kota pantai yang cukup luas di bagian utara Colombia. Sekitar 60 tahun yang lalu bekerja sebagai seorang teknisi di sebuah pertambangan mineral di Tom Price Mountain, Australia Barat. Di usia 30an memilih berhenti dan membuka usaha restoran kecil yang menyajikan Burrito, makanan khas Amerika Latin terutama Mexico. Burrito biasanya terdiri dari tortilla (adonan tepung gandum atau tepung jagung yang dimasak pipih dan bundar seperti dadar) yang diisi dengan beef atau sayuran. Setelah 6 bulan berjalan, Gilardo Senior bertemu dengan seorang mahasiswi asal Indonesia yang sedang kuliah di University of New South Wales, sebuah universitas di pinggiran kota Sydney. Mereka jatuh cinta, menikah, menjalankan bisnis restoran bersama, dan 32 tahun lalu lahirlah laki-laki di hadapanku ini.

(No wonder!
2 exotic people from 2 different exotic countries 
<blended perfectly> = 
a delicious looking creature!
Hehehe...)

Setelah memergoki istrinya berselingkuh dengan anak laki-laki yang 11 tahun lebih muda darinya, Terry melarikan diri ke Bali. Sementara urusan perceraian, dia serahkan pada Lawyer-nya. Keinginan yang kuat untuk mengenal kerabat dari pihak ibu membawanya meneruskan petualangan ke Bandung. Dia pun sampai mengontrak rumah ungu ini. Tapi sayang, sudah hampir 6 bulan di sini hasilnya nihil. Bisa dibilang keluarga ibunya memutuskan hubungan sejak lama karena sebenanya mereka tidak merestui hubungan anak perempuannya dengan seorang laki-laki asing dengan keyakinan yang berbeda.
"I found my uncle's address, but somebody else bought the house 5 years ago. So, I'm stuck here with Kapal Api hahaha...."
Kami tertawa lepas sampai akhirnya terdengar Adzan Magrib dan aku harus pamit pulang.

(thanks for the coffee ...
can I offer you a wonderful friendship?)

Aku tahu kantor ini memang belum establish. Tapi jika harus selalu mengerjakan hal-hal di luar job desc masing-masing karena belum "aman" untuk merekrut karyawan baru, aku pun bisa meledak!
"Jay, sebenernya gw nech Copy Writer ato Content Writer sih? Gw pikir cuma project yang sama Alex doang. Koq jadi jadi keterusan gini?"
"Iya gw ngerti kerjaan lu overload sekarang. Please sabar dulu sampe at least 6 bulan lagi lah. Gw pun Senior Marketing Naz, tapi ini dah ke-4 kalinya gw musti pimpin project. Si Vicky pun sama. Padahal job desc-nya dia Web Designer..."

6 months???
Bisa mati berdiriiiiiiiiii!!!!

Gara-gara masalah ini, aku harus merelakan waktu "senang-senangku" tersita, jam tidur berkurang, aku juga sudah jarang bertemu Yola. Malah lebih sering lembur. Ya seperti malam ini. Rasanya jadi bongkok sebelum waktunya karena harus memikul beban 1 ton di punggungku yang rapuh ini (Huek!)
Hanya ada Satpam dan 1 orang rekanku dari divisi lain. Ini adalah gelas kopiku yang ke-3.
Jam di monitor menunjukan 20:07 PM. Sementara content yang harus kukerjakan masih ada 4 lagi.

YM pops out:
Alex : "masih di kantor, non?"
Najma : "iya nech....koq lu tau?"
Alex : "si yola ngadu ma gw, katanya susah ngajak lu jln. lembur mulu!"
Najma : "hahaha.... mau nya sih kabur dari td. tp bsk gw pasti d maki2!"
Alex : "wkwkwkwk...ya udh, gw temenin deh ampe lu kelar"
Najma : "aseeeeeeeekk :D

(Alex, would you mind if I ask you to come..?)

***...I have died every day, waiting for you...
Darling don't be afraid, I have loved you for a thousand years...***

My phone rings, and I saw his name :
Terry.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar