Kalau lewat tengah malam udaranya dingin berarti besok langit
akan cerah. Sebaliknya kalau panas dan cenderung gerah, berarti kemungkinan
besar akan hujan. Setelah berminggu-minggu cuaca panas dan kering, mungkin
malam ini akan turun hujan. Lagi pula dari tadi mendung.
Semakin lama tubuhku ini
semakin ringkih, maybe I’m getting old. Setiap cuaca panas, hidungku pasti
berdarah. Mom said, saking panasnya pembuluh darah di hidungku pecah. Memangnya
ada manusia yang diciptakan dengan pembuluh darah lebih tipis dari pada orang
kebanyakan? Yeah, why not... Musim hujan pun aku rentan masuk angin. Kadang dari
ujung kepala sampai ujung kaki bisa gatal-gatal karena kedinginan. Hfffhh...
serba salah!
Seharian ini aku cuma nonton tv. Menunya infotainment and Korean
Drama. Snow White nya K-Stew sudah kutonton kemarin. Makin lama makin gerah!
Aku ganti baju dengan baju barong kutung pemberian adik yang baru pulang dari
business trip di Bali. Lumayan.... adem!
And yes... It is finally raining...
One of the saddest parts of being away from your family is...
setiap hujan deras lengkap dengan petir dan mati lampu seperti sekarang ini
cuma bisa pura-pura berani padahal takut setengah mati! Hiding under my blanket
forcing my self to fall asleep.
The next morning...
Gara-gara hujan kemarin yang ternyata baru tamat tadi subuh, I
missed dinner. Baru jam 6 aku sudah duduk dekat jendela, mengagumi pohon sirih
milik Ibu Kost yang sudah mulai merambat cantik di pagar sambil sarapan nasi
goreng andalan. Pintu sengaja kubuka supaya aku bisa puas menikmati aroma tanah
basah setelah hujan. Hmmm.... love it much!
Chek mail adalah rutinitas yang tak pernah kulewatkan setiap
pagi. Dengan secangkir hot cappuccino aku buka laptop, harap-harap cemas.
Come on... I need a job!
I’m a freelance translator. Menerjemahkan materi pelajaran
sekolah-sekolah internasional untuk sebuah agency dibawah Departemen
Pendidikan. Indonesian to English atau sebaliknya. Sudah 2 minggu aku tak dapat
jatah. Aku bisa frustasi kalau sampai hari ini tidak ada juga.
Keuangan semakin tipis! Bulan kemarin aku “dipaksa” beli gitar
akustik sepupu karena dia butuh duit. Yamaha acoustic F310P yang baru dia pakai
4 bulan kan ga mungkin dilepas 500 ribu doang. Uang semesterannya ludes dipakai
beli gadget baru. Huuuh siapa suruh laper mata!
“Please atuh lah da Willy mah bageur, da geulis... Anggap aja
gitar Aga dipesantrenin di kamu. Ntar klo dah pinter, ku Aga ditebus lagi...“
“Euh angger! TV juga ampe sekarang ga ditebus ...”
“Hehe.. gitar mah pasti ditebus Will. Sing sumpah tah.. demi Aga
mah...”
Semua sepupu mamanggilku Willy. Kata mereka nama Willa ga cocok.
Jika orang baru mengenalku 2 tahun belakangan ini pasti tidak ada yang percaya
kalau sedari kecil aku ini tomboy. Rambut selalu pendek, tidak punya rok selain
seragam sekolah, dan lebih senang beli mobil-mobilan daripada boneka. Aku tumbuh
di lingkungan keluarga besar yang didominasi oleh anak laki-laki.
Hohoho... this is my lucky day! 2 mata pelajaran untuk satu
semester. Deadline: 1 bulan.
I can feel me smiling... Membayangkan uang 3 juta masuk ke
rekeningku hihihi...
A happy face it is!
Thank you, Lord ...
Thank you for the rain too
...
It’s been a busy week! I need a break. Lagian 1 materi sudah
beres. Moga materi berikutnya bisa kukerjakan dalam seminggu juga. Makin cepat
makin bagus. Payment-nya makin cepat cair juga kan hehe...
Buka-buka kord di Ultimate Guitar ah....
Gitar si Aga perlu di test. Siapa tau snarnya ada yang mati. Bisa-bisa
fals tiada akhir dong.
Cobalah Mengerti-nya Peterpan yang dibawain Sean di Idol kemarin
oke tuh...
“Aku takkan pernah berhenti
Akan terus memahami
Masih terus berfikir
Atau berdarah untukmu
Apapun yang ku rasakan
Mencoba menerimaku
Cobalah mengerti
Semua ini menjadi arti
Selamanya takkan berhenti
Inginkan rasakan
Rindu ini menjadi satu
Biar waktu yang memisahkan....”
"koq berenti ? terusin dong mba..."
Ouch!!! who is this fine looking creature standing at my door?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar