Minggu, 08 Juli 2012

It’s Gonna Rain... (part 1)



Kalau lewat tengah malam udaranya dingin berarti besok langit akan cerah. Sebaliknya kalau panas dan cenderung gerah, berarti kemungkinan besar akan hujan. Setelah berminggu-minggu cuaca panas dan kering, mungkin malam ini akan turun hujan. Lagi pula dari tadi mendung.

Semakin lama  tubuhku ini semakin ringkih, maybe I’m getting old. Setiap cuaca panas, hidungku pasti berdarah. Mom said, saking panasnya pembuluh darah di hidungku pecah. Memangnya ada manusia yang diciptakan dengan pembuluh darah lebih tipis dari pada orang kebanyakan? Yeah, why not... Musim hujan pun aku rentan masuk angin. Kadang dari ujung kepala sampai ujung kaki bisa gatal-gatal karena kedinginan. Hfffhh... serba salah!

Seharian ini aku cuma nonton tv. Menunya infotainment and Korean Drama. Snow White nya K-Stew sudah kutonton kemarin. Makin lama makin gerah! Aku ganti baju dengan baju barong kutung pemberian adik yang baru pulang dari business trip di Bali. Lumayan.... adem!
And yes... It is finally raining...
One of the saddest parts of being away from your family is... setiap hujan deras lengkap dengan petir dan mati lampu seperti sekarang ini cuma bisa pura-pura berani padahal takut setengah mati! Hiding under my blanket forcing my self to fall asleep.

The next morning...
Gara-gara hujan kemarin yang ternyata baru tamat tadi subuh, I missed dinner. Baru jam 6 aku sudah duduk dekat jendela, mengagumi pohon sirih milik Ibu Kost yang sudah mulai merambat cantik di pagar sambil sarapan nasi goreng andalan. Pintu sengaja kubuka supaya aku bisa puas menikmati aroma tanah basah setelah hujan. Hmmm.... love it much!

Chek mail adalah rutinitas yang tak pernah kulewatkan setiap pagi. Dengan secangkir hot cappuccino aku buka laptop, harap-harap cemas.
Come on... I need a job!
I’m a freelance translator. Menerjemahkan materi pelajaran sekolah-sekolah internasional untuk sebuah agency dibawah Departemen Pendidikan. Indonesian to English atau sebaliknya. Sudah 2 minggu aku tak dapat jatah. Aku bisa frustasi kalau sampai hari ini tidak ada juga.

Keuangan semakin tipis! Bulan kemarin aku “dipaksa” beli gitar akustik sepupu karena dia butuh duit. Yamaha acoustic F310P  yang baru dia pakai 4 bulan kan ga mungkin dilepas 500 ribu doang. Uang semesterannya ludes dipakai beli gadget baru. Huuuh siapa suruh laper mata!
“Please atuh lah da Willy mah bageur, da geulis... Anggap aja gitar Aga dipesantrenin di kamu. Ntar klo dah pinter, ku Aga ditebus lagi...“
“Euh angger! TV juga ampe sekarang ga ditebus ...”
“Hehe.. gitar mah pasti ditebus Will. Sing sumpah tah.. demi Aga mah...”

Semua sepupu mamanggilku Willy. Kata mereka nama Willa ga cocok. Jika orang baru mengenalku 2 tahun belakangan ini pasti tidak ada yang percaya kalau sedari kecil aku ini tomboy. Rambut selalu pendek, tidak punya rok selain seragam sekolah, dan lebih senang beli mobil-mobilan daripada boneka. Aku tumbuh di lingkungan keluarga besar yang didominasi oleh anak laki-laki.

Hohoho... this is my lucky day! 2 mata pelajaran untuk satu semester. Deadline: 1 bulan.
I can feel me smiling... Membayangkan uang 3 juta masuk ke rekeningku hihihi...
A happy face it is!
Thank you, Lord ...
Thank you for the rain too ...

It’s been a busy week! I need a break. Lagian 1 materi sudah beres. Moga materi berikutnya bisa kukerjakan dalam seminggu juga. Makin cepat makin bagus. Payment-nya makin cepat cair juga kan hehe...
Buka-buka kord di Ultimate Guitar ah....
Gitar si Aga perlu di test. Siapa tau snarnya ada yang mati. Bisa-bisa fals tiada akhir dong.
Cobalah Mengerti-nya Peterpan yang dibawain Sean di Idol kemarin oke tuh...

“Aku takkan pernah berhenti
Akan terus memahami
Masih terus berfikir
Bila harus memaksa
Atau berdarah untukmu
Apapun yang ku rasakan
Mencoba menerimaku

Cobalah mengerti
Semua ini menjadi arti
Selamanya takkan berhenti
Inginkan rasakan
Rindu ini menjadi satu
Biar waktu yang memisahkan....”

"koq berenti ? terusin dong mba..."
Ouch!!! who is this fine looking creature standing at my door?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar