Here
I am, spending the whole day hating my self...
I
can easily say that it was just a kiss. And a kiss only. Well, pretty wild
actually.
But
that was it! Didn’t mean anything!
I
used to curse those who betray, those who cheat...
And
now I’ve become one of them.
Ini
salah.
Sebelum
tambah salah sebaiknya aku tinggal di rumah Mama sampai Rega pulang.
Days
turned into weeks...
Garuda
Indonesia yang berangkat dari Stockholm diperkirakan sampai di Soeta-Tangerang jam 1.15 siang ini. Aku minta Aga menemaniku. Jika nanti Rega bertanya apa aku
baik-baik saja? Apa saja yang kukerjakan selama dia tak ada? Aku hanya perlu
bilang semua berjalan seperti biasanya. Tidak ada yang aneh. Kerjaku adalah
merindukannya sepanjang waktu.
Nothing
to worry about, really.
A little white
lie for a greater good.
Semoga
dia tidak lupa pesananku. A silver necklace from Zanzloza Zmycken, a famous
jewel store in Stockholm. Kalau kemahalan, diganti yang lain juga nggak
masalah.
I
can no longer wait to see him again.
Aduuh...
rambutku berantakan. Lipgloss-nya kurang.
“Santay
atuh Will. Tenang... Tenang!”
Iya,
memang cuma nervous. Tapi masih ada waktu untuk touch-up sedikit.
“Willa
ka toilet heula nya. Bentar aja. Kalo dah landing, kasih tau!”
“Euh!
Nya jig atuh. Cepetan!”
Sebenarnya
Rega sudah sering melihat muka ku polos tanpa make-up. Jauh lebih ancur dari
ini. But it’s not an ordinary day, remember? So.... Harus cantik! Harus cantik!
Missed
call dari Aga!
This is it...
He’s home!
Aku
berlari kecil, memastikan tidak terlambat menyambutnya pulang.
Sebuah
pesawat sedang dalam proses pendaratan di run way.
Something’s
definitely wrong!
Pesawatnya
melenceng ke arah kiri, lalu BLARRR!!!!
Ledakan
besar pun terjadi karena tabrakan dengan pesawat lain yang sedang dalam kondisi
terparkir.
Jeritan
dan teriakan panik pun sontak terdengar. Kaki ku lemas, dan aku tersungkur di
antara kerumunan manusia yang sedang kalap. Saling dorong, saling jegal. Semua
orang ingin memastikan apa yang sesungguhnya terjadi. Apa suaminya baik-baik
saja? Apa temannya terluka? Apa kekasihnya selamat? Seseorang menginjak
tanganku. Aku tidak peduli. Aga pun entah di mana. It’s too crowded in here.
Rega...
I
can only hope that my man is alright. He’s gonna be with me in a minute.
2
hours later....
Situasi
sudah lebih tenang. Aga terus meyakinkanku bahwa Rega selamat. Wartawan sudah
banyak yang berdatangan untuk meliput press conference. Perwakilan tim medis,
petugas bandara, dan seorang pejabat Dinas Perhubungan menyatakan bahwa
kecelakaan terjadi akibat kerusakan teknis.
“...
Roda pesawat tidak berfungsi dengan sempurna beberapa saat sebelum pendaratan.
Sejauh ini sudah bisa dipastikan bahwa 5 penumpang tewas, 13 orang luka parah,
24 orang luka ringan, 41 orang selamat. Daftar selengkapnya akan segara kami rilis
30 menit setelah konferensi pers ini. Mohon tenang dan tetap tertib....”
AFREGA
PANDJAITAN
Nama
itu terpampang di urutan paling atas daftar korban tewas!
No way...
They made a
mistake!
They put his
name on the wrong list!
Right...?
This is just a
sick joke.
Rega’s gonna run
to me saying “Surprise!!!”
Come on ...
Where are you?
It’s not fun
anymore....
Aku
menatap Aga, berharap dia mau minta petugas medis atau siapa saja untuk
mengulang identifikasi sekali lagi. Aga hanya menggelengkan kepala lalu membiarkan aku menangis di pelukannya.
I'm gonna open my eyes
and see for the first time
I let go of you like a child letting go of his kite...
there it goes up in the sky....
there it goes beyond the clouds...
and I can't cry hard enough
for you to hear me now
and I can't cry hard enough
for you to hear me now




Tidak ada komentar:
Posting Komentar