Selamat pagi Tamansari....
Hmmm... tanah
basah setelah hujan memang selalu nikmat baunya. And always will be... Apa yang
kualami kemarin tak lebih dari sekedar sebuah hari yang harus kulalui. Tapi
harus diakui aku cukup senang masih ada waktu untuk “memiliki” kehadirannya di
dekatku. Bukan dirinya. Hanya kehadirannya.
Huh... sepi!
Senin sampai Jum’at memang selalu begini. Bu Wiwin, Ibu kost-ku sedang khusuk
mencurahkan cinta pada setiap penghuni taman kesayangannya. Aku? Tentu saja
berkutat dengan segelas kopi dan harapan bahwa hari ini ada jatah pekerjaan
untukku. Hffffh... mungkin tidak hari ini. Besok, ya besok....
Sebenarnya repot
juga terus-terusan bekerja freelance. Tidak selalu gajian setiap bulan. Ada
kerjaan ada duit, kalau ga ada ya ga ada duit. Rasanya enggan melamar-lamar
pekerjaan kantoran seperti dulu. Aku mau tantangan baru. Meskipun resikonya
tidak “aman” secara finansial, enaknya bekerja sepertiku tidak harus selalu
keluar ongkos or bensin setiap akan memulai pekerjaan, tidak perlu
bermacet-macet ria di jalan, tidak perlu repot-repot make-up, tidak perlu baju rapi,
pakai setelan tidur pun oke, aku sudah mandi atau belum pun orang lain tidak
akan tahu. Semua bisa dilakukan by e-mail. Asalkan ada jaringan internet dan mesin
ATM, I can do it anywhere I want.
Robert Kiyosaki
bilang, pekerjaanku ada di kuadran ke-2. Tidak terikat dengan satu badan usaha
tertentu. Yang penting pekerjaan selesai tepat waktu dan klien puas. Aku bisa
putuskan untuk pensiun kapan pun aku mau. Dan sebaliknya sampai tua renta pun,
selama aku masih produktif pasti bisa bertahan. Tidak ada batasan usia. And the
most important thing is... aku jadi Bos untuk diriku sendiri!
Hohoho...
Dari mail box,
aku beralih ke beranda facebook...
A friend posted her
latest pictures 3 hours ago. Honestly, ada rasa iri yang menelusup ke dalam
hati.
This is exactly the kind of life i’ve always wanted...
Sukses berkarir
dengan bisnis sampingan yang menggiurkan, lalu dipinang pangeran impian, dan
hidup bahagia di negeri orang. Sedikit kecewa pada diri sendiri. Apa yang dia
lakukan dan tidak aku lakukan selama ini sampai dia bisa seberuntung itu dan
aku masih stuck di titik yang sama? Cita-citaku juga sama tingginya. Kurang
ambisius kah?
I’ll be 30 within
1 and a half year.
And then what? Lagi-lagi
mau menyalahkan takdir! Ini dia masalahnya! Sudahlah, membuatku sedih saja...
“Neng... Neng
Willa!...”
“Iya Bu Win...
kenapa? Ada kelabang lagi?” minggu kemarin bu Wiwin juga teriak-teriak
ketakutan gara-gara ada kelabang di jempol kakinya.
“Bukan... itu ada
bule di depan! Ibu ga ngerti harus ngomong apa...”
Aku bergegas ke
ruang tamu. Yup... ada 2 bule membawa koper plus backpack besar-besar.
Satu
perempuan, satu laki-laki. Mereka kakak beradik. Jerson Reyes, sang kakak dan
Melanie Reyes,
the younger sister. Melanie sepertinya seumuran denganku.
Mereka sedang
mencari kamar kost untuk 6 bulan. They are volunteers, working for a Non-Governmental Organization. Kebetulan
memang ada 3 kamar kosong. Aku memandu mereka berkeliling, barangkali cocok. Mereka
masing-masing memilih kamar yang bersebelahan di lantai atas.
Terhalang 2 kamar
dari Rega.
“Makasih ya
Neng... bulan depan sama Ibu di kasih diskon lah...”
Hihihi... asik
juga jadi makelar kamar.
Sudah lewat tengah
hari.
Setelah makan siang
gratis dengan Bu Wiwin, aku kembali ke kamar.
Koleksi DVD ku
belum bertambah juga.
P.S I love You!
Terakhir ku
tonton mungkin tahun lalu. Scene yang paling ku suka adalah saat Jefrey Dean
Morgan muncul.... Aaaaaw!
Bukan lantaran
dia beradegan naked di film ini ya... Aku sudah jatuh cinta dengan aktor sexy
ini sejak aku lihat dia main di tv series, Supernatural.
So damn hot!
Hahahaha...
4.30 pm.
BRAKKK!! Pintu
kamarku dibuka.
“Willy!”
Astaga! Si Aga gila...!
“Iiih...
kebiasaan nya! Keketrok heula atuh!”
“Hahaha... pake
kaget sagala. Keur nonton film porno nya?”
“Euh... Sok tau
pisan!”
“Si Ua nyuruh
pulang tuh! Di Bandung keneh tapi ga pernah pulang kamu mah..”
Sudah punya uang
tebusan rupanya. Yep... I got my money back! Tapi gitarnya...
Kalau sudah tidak
ada gitar...
Rega masih mau berlama-lama di sini ga ya...?
Tak berapa lama setelah
Aga pulang, pintu kamarku diketuk.
“Oh.. hi!” ternyata
Reyes bersudara.
“Hello...”
Dengan sedikit
sungkan mereka menanyakan beberapa hal soal peraturan di tempat kost ini,
tempat makan, dan jalur angkutan umum, etc, etc. Lalu pamit untuk gabung dengan
teman-temannya di kantor Kelurahan. Ada acara perkenalan dengan pejabat
setempat katanya.
The next 10
minutes someone knocks my door again.
Adoooh... sapa lagi sech???
“Rega? Koq dah
balik? Ga kuliah?”
“Males ah! Jalan
yuk....”
Is it a date....?




Tidak ada komentar:
Posting Komentar