Rabu, 11 Juli 2012

It’s Gonna Rain... (part 4)




Selamat pagi Tamansari....
Hmmm... tanah basah setelah hujan memang selalu nikmat baunya. And always will be... Apa yang kualami kemarin tak lebih dari sekedar sebuah hari yang harus kulalui. Tapi harus diakui aku cukup senang masih ada waktu untuk “memiliki” kehadirannya di dekatku. Bukan dirinya. Hanya kehadirannya.
Huh... sepi! Senin sampai Jum’at memang selalu begini. Bu Wiwin, Ibu kost-ku sedang khusuk mencurahkan cinta pada setiap penghuni taman kesayangannya. Aku? Tentu saja berkutat dengan segelas kopi dan harapan bahwa hari ini ada jatah pekerjaan untukku. Hffffh... mungkin tidak hari ini. Besok, ya besok....

Sebenarnya repot juga terus-terusan bekerja freelance. Tidak selalu gajian setiap bulan. Ada kerjaan ada duit, kalau ga ada ya ga ada duit. Rasanya enggan melamar-lamar pekerjaan kantoran seperti dulu. Aku mau tantangan baru. Meskipun resikonya tidak “aman” secara finansial, enaknya bekerja sepertiku tidak harus selalu keluar ongkos or bensin setiap akan memulai pekerjaan, tidak perlu bermacet-macet ria di jalan, tidak perlu repot-repot make-up, tidak perlu baju rapi, pakai setelan tidur pun oke, aku sudah mandi atau belum pun orang lain tidak akan tahu. Semua bisa dilakukan by e-mail. Asalkan ada jaringan internet dan mesin ATM, I can do it anywhere I want.

Robert Kiyosaki bilang, pekerjaanku ada di kuadran ke-2. Tidak terikat dengan satu badan usaha tertentu. Yang penting pekerjaan selesai tepat waktu dan klien puas. Aku bisa putuskan untuk pensiun kapan pun aku mau. Dan sebaliknya sampai tua renta pun, selama aku masih produktif pasti bisa bertahan. Tidak ada batasan usia. And the most important thing is... aku jadi Bos untuk diriku sendiri!
Hohoho...

Dari mail box, aku beralih ke beranda facebook...
A friend posted her latest pictures 3 hours ago. Honestly, ada rasa iri yang menelusup ke dalam hati.
This is exactly the kind of life i’ve always wanted...
Sukses berkarir dengan bisnis sampingan yang menggiurkan, lalu dipinang pangeran impian, dan hidup bahagia di negeri orang. Sedikit kecewa pada diri sendiri. Apa yang dia lakukan dan tidak aku lakukan selama ini sampai dia bisa seberuntung itu dan aku masih stuck di titik yang sama? Cita-citaku juga sama tingginya. Kurang ambisius kah?
I’ll be 30 within 1 and a half year.
And then what? Lagi-lagi mau menyalahkan takdir! Ini dia masalahnya! Sudahlah, membuatku sedih saja...

“Neng... Neng Willa!...”
“Iya Bu Win... kenapa? Ada kelabang lagi?” minggu kemarin bu Wiwin juga teriak-teriak ketakutan gara-gara ada kelabang di jempol kakinya.
“Bukan... itu ada bule di depan! Ibu ga ngerti harus ngomong apa...”

Aku bergegas ke ruang tamu. Yup... ada 2 bule membawa koper plus backpack besar-besar. 
Satu perempuan, satu laki-laki. Mereka kakak beradik. Jerson Reyes, sang kakak dan Melanie Reyes, 
the younger sister. Melanie sepertinya seumuran denganku.
Mereka sedang mencari kamar kost untuk 6 bulan. They are volunteers, working for a  Non-Governmental Organization. Kebetulan memang ada 3 kamar kosong. Aku memandu mereka berkeliling, barangkali cocok. Mereka masing-masing memilih kamar yang bersebelahan di lantai atas. 
Terhalang 2 kamar dari Rega.

“Makasih ya Neng... bulan depan sama Ibu di kasih diskon lah...”
Hihihi... asik juga jadi makelar kamar.

Sudah lewat tengah hari.
Setelah makan siang gratis dengan Bu Wiwin, aku kembali ke kamar.
Koleksi DVD ku belum bertambah juga.
P.S I love You!

Terakhir ku tonton mungkin tahun lalu. Scene yang paling ku suka adalah saat Jefrey Dean Morgan muncul.... Aaaaaw!
Bukan lantaran dia beradegan naked di film ini ya... Aku sudah jatuh cinta dengan aktor sexy ini sejak aku lihat dia main di tv series, Supernatural.
So damn hot! Hahahaha...


4.30 pm.
BRAKKK!! Pintu kamarku dibuka.
“Willy!”
Astaga! Si Aga gila...!
“Iiih... kebiasaan nya! Keketrok heula atuh!”
“Hahaha... pake kaget sagala. Keur nonton film porno nya?”
“Euh... Sok tau pisan!”
“Si Ua nyuruh pulang tuh! Di Bandung keneh tapi ga pernah pulang kamu mah..”

Sudah punya uang tebusan rupanya. Yep... I got my money back! Tapi gitarnya...
Kalau sudah tidak ada gitar...
Rega masih mau berlama-lama di sini ga ya...?

Tak berapa lama setelah Aga pulang, pintu kamarku diketuk.
“Oh.. hi!” ternyata Reyes bersudara.
“Hello...”
Dengan sedikit sungkan mereka menanyakan beberapa hal soal peraturan di tempat kost ini, tempat makan, dan jalur angkutan umum, etc, etc. Lalu pamit untuk gabung dengan teman-temannya di kantor Kelurahan. Ada acara perkenalan dengan pejabat setempat katanya.

The next 10 minutes someone knocks my door again.
Adoooh... sapa lagi sech???

“Rega? Koq dah balik? Ga kuliah?”
“Males ah! Jalan yuk....”

Asiiiik...
Is it a date....?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar