Jumat, 20 Juli 2012

It’s Gonna Rain... (part 11)



I’v been standing in the rain for hours
And every drop reminds me of you

Rega biasanya menggodaku dengan sebutan “Lady Frog”.
Dia bilang, cuma kodok yang girang kalau hujan turun. Hmmm... yeah maybe I am.
Dulu ketika masa-masa sulit menimpa keluargaku, too much fight in side the house.
So, I had to be strong for my Mom and my 3 younger brothers.
But I was just as scared as they were. Wasn’t so tough at all.

And rain?
Rain helped me hide my tears away.
I never had the chance to tell you that, Rega.
And I guess it’s too late to let you know about everything else either.

It’s Bryan Adams. We used to sing this song. “I’ll always be right there” right?
But we could never complete it cause we both keep forgetting the lyrics.
My cousin is playing it right now, Rega. Can you hear it?

Aku mendengarkan sayup-sayup petikan gitar dari kamar Aga. Yup! Sedari tadi aku tidak pernah pergi jauh. Hanya berteduh di belakang rumah Tante, persis di belakang kamar Aga. Setelah Marcel pergi, aku berputar-putar di dalam kompleks dengan kalung ini di genggamanku. Should I put it on or should I throw it away?

“Aga????”
“Willy, di sini dari tadi?
“Kamu baru pulang dari rumah Mama?”
“Ya iya atuh baru pulang. Mau pulang dari tadi,  tapi kan ujan gede!”
“Ari yang maen gitar di kamar kamu siapa?”
“Jangan ngaco ah! Gitar Aga mah udah dijual...”

I just experienced something weird. Mungkin karena dalam hati kecil sebenarnya aku belum bisa melepas Rega. I guess I want him back...



I decided to put the necklace on.
Then I’m bound to you ever since...


A year gone by...
Pagi ini aku hanya berdua saja dengan ibuku merapikan rumah, memasak, menggelar karpet, merangkai bunga, etc, etc. Nanti malam keluarga temannya dari Bogor akan datang berkunjung.
“Teh...”
Aku yang sedang asik menata guci-guci kecil di rak pun otomatis mendongak. Dari nada bicaranya, aku tahu Mama akan bicara serius.

“Sebentar lagi umur Teteh 30 taun. Emang ga kepikiran nikah?”
Aku terdiam. Tenggorokan ini rasanya seperti tercekik.
“Mama ngerti kamu mungkin masih trauma. Tapi mau sampai kapan?”
I don’t know Mom...
“Udah waktunya kamu lepas kalung dari Rega... Buka hati buat orang lain.”
Later, Mom.
Later in time when I’m ready.

Malam itu ternyata adalah malam perjodohan. Damn! She set me up!
Tante Maya datang dengan anaknya. Seorang karyawan Departemen Luar Negeri bernama Andra Wiraguna, duda berumur 36 tahun. Ketika usia pernikahannya baru memasuki tahun ke 2, istrinya meninggal karena gagal jantung. Belum sempat dikaruniani anak, Andra harus kembali melajang. Itu terjadi sekitar 4 tahun lalu.

Dua orang yang sama-sama pernah merasakan sakitnya kehilangan. At least we have something in common. Jika masih ada cinta yang tersisa untuk masa lalu, we’ll understand each other pretty well.

3 bulan berlalu.
Today is my birthday... Yeah I’m a 30 years old single Bitch! Haha...
Mama membuat syukuran kecil. Hanya acara do’a dan makan malam bersama dengan keluarga dekat. But I’m so thankful. Terakhir kali aku dibuatkan syukuran ulang tahun adalah 16 tahun lalu saat Papa masih ada.



Andra datang membawa seikat mawar untukku.
“It’s a small gift for my birthday girl...”
“Thank you...” (suit...suit...hehehe)


It’s getting late. Akhirnya saudara-saudara pun pulang.
“Agaaaaa! Tong waka uih, kasep. Bantuin Ua beberes!”
“Hahaha... Rasain! Nasib jadi ponakan kesayangan Emak gw!” adik ku menambahkan.
Rumah kembali rapi. Tinggal cuci piring yang belum. Besok pagi saja...

Keluarga kecilku berkumpul di ruang tengah. Tentu saja Aga dan Andra masih ada.
“Tante.... Andra minta do’anya. Bulan depan insyaallah ditugasin ke Canada...”
Oh no... It’s happening again.

“Jadi kalo ga keberatan, Andra mau minta Willa secepatnya. 
Kalo boleh sebelum bulan depan.”

What??
But... this is too early!

Mama tentu saja langsung mengiyakan. This is what she wanted!
Seorang ibu bekerja dengan nalurinya. Dan naluri ibuku mengatakan aku akan bahagia bersama Andra.

Glad? Yes.
Relieved? No.
Sebelum aku menyerahkan seluruh diriku pada orang lain, masih ada yang harus kuselesaikan. Maksudku... ada yang harus kuakhiri lebih dulu.
I don’t have much time.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar