Senin, 09 Juli 2012

It’s Gonna Rain... (part 2)



Hah!!! Boris??!! Kost di sini? Boris Stand Up Comedy itu kan?
No! Yaah.. mirip sedikit, tapi bukan. Ini Rega asal Medan juga tapi sudah hampir 5 tahun di Bandung. Makanya aku kira Si Boris. Tapi yang ini 3 kali lipat lebih oke dan tanpa handuk di pundaknya macam sopir angkot 09 hehehe. 
Rega adalah mahasiswa S2 jurusan Teknik Industri di salah satu kampus besar di sini. Siang bekerja office hour dan mengambil kelas karyawan di malam hari. Saking fokusnya dengan urusan terjemahan, sampai ga sadar ada orang pindahan 3 hari lalu. Padahal kamar kost-nya tepat di lantai atas sebrang kamarku. Jadi aku bisa memperhatikannya dengan leluasa dari balik jendela.
Duuuh... kenapa baru pindah sekarang? Hehehe....
After 10 months, this place is finally getting interesting...

3 weeks later we both get along together. Saling berkunjung ke kamar masing-masing, kalau air galon di kamarnya habis dia pasti minta padaku, begitu pun sebaliknya jika modem ku habis pulsa aku bisa leluasa numpang nge-net di laptopnya. Malam minggu ini pun sama, dia “konser” dengan solo gitar punyaku yang akhirnya mengundang anak-anak yang lain berkerumun di kamarku. Sudah pasti hanya orang-orang tak laku yang ikutan. Yang punya pasangan semua jalan dengan pacar masing-masing.

Berkumpul di kamarku jadi acara rutin malam mingguan. Kalau sedang fit dan masih banyak duit sih ga masalah, tapi kali ini aku bokek!
“Heh... kalo mo pada ngopi bawa masing-masing! Gw lagi gembel berat!”
“Iya nech... Pada ga tau malu! Sana beli cemilan sekalian! Nih duitnya, klo kurang tambahin!” Rega membelaku. Dia mengeluarkan uang 100 ribu dari dompetnya sambil menyuruh yang lain belanja di mini market tak jauh dari sini. Yang disuruh malah girang.
“Aseeek... oke bang! Ini mah lebih dari cukup...”

The next morning, Aga mampir. Dia disuruh ibuku mengantarkan marmer cake favoritku. Ah.. senangnya... Mama tau aja anaknya lagi ga punya duit. Hanya 15 menit, Aga pun pulang. Aku mengantarnya sampai pagar. Tiba-tiba Rega sudah berdiri di belakangku dengan 2 gelas kopi.
“For me?”
“Yes dear, it’s yours. Will... yang barusan cowok lu?”
“Bukan... Itu Aga. Sepupu.”
Rega mengikutiku kembali ke kamar. Selanjutnya kami minum kopi sambil menikmati cake.

To be honest, it’s a bit awkward. It’s nice to have a companion, but... Bukankah ini sudah terlalu lama? Well, I like this guy, tapi kan... Kenapa betah sekali berlama-lama di sini? Almost 3 hours! Aku sudah salah tingkah. Mondar-mandir ga karuan.
Usir ato jangan ya..?
Eh dia malah mengambil gitar dan main 1 lagu.
“The Man Who Can’t Be Moved”-nya The Script.
Damn!

Akhirnya Rega pergi juga. Kalau tidak ada teman yang mengajak hang out, mungkin akan tidur lagi saja katanya.
Baru ingat, hari ini aku belum buka mail box sama sekali. Ah... right on time. Paymentku sudah cair...thank God! Jam 1 siang, aku mandi lalu ke ATM. Berikutnya ke super market. Biasalah perempuan, urusan belanja rada kalap. Mulai dari shampo, sabun, pembalut, stok kopi, mie instant, kosmetik, baju diskonan, etc, etc... Mumpung ada. Bulan depan belum tentu bisa. Bukankah membahagiakan diri sendiri pun termasuk ibadah?

Shopping adalah aktivitas yang menguras tenaga. Ya capek. Ya laper... Seharian ini yang masuk ke perut cuma kopi dan dua potong cake. Japanese fast food resto is a good idea. Aku makan dengan satu tangan memegang sumpit dan yang lainnya memegang struk belanja. Siiip! Ga lebih dari 400 ribu. Masih make sense hehehe...

Aku melihat ada anak perempuan berlari kecil masuk ke resto yang sama. Umurnya mungkin sekitar 3 atau 4 tahun. Cantik.... Rambutnya ikal. Ayah dan ibunya masuk belakangan. Sepertinya pasangan muda. Pantas anaknya cantik, pasti bawa gen ibunya. Tapi ayahnya....
Ayahnya....

That is the guy who spent hours in my room this morning...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar